Sudah
Maghrib. Baju bayi harus diangkat. Kalau tidak, dia bisa sakit!” semprot ibu
Anda dengan galaknya. Di tengah musim penghujan seperti sekarang, menjemur
cucian bukan perkara mudah lantaran matahari ‘ogah-ogahan’ muncul. Anda pun
jadi serba salah. Inginnya, sih, perintah ibu dilanggar saja. Apalagi,
persediaan popok dan pakaian si kecil kian menipis. Tapi, di dalam hati, Anda
merasa was-was. Bagaimana kalau si kecil yang belum genap berusia dua bulan
betul-betul jatuh sakit?
Dilema semacam ini memang sering melanda para
mama yang baru melahirkan. Begitu banyak ‘nasihat turun-temurun’ yang
dijejalkan pada mama baru, sehingga membuat bingung. Berikut mitos yang sering
muncul vs fakta pendukungnya:
Mitos: Gurita bayi mencegah perut buncit.
Fakta:
Salah. Pemakaian gurita pada bayi (terutama bayi perempuan) sama sekali tidak
ada hubungannya dengan upaya pencegahan agar perut tidak melar ketika dewasa.
Ketika dilahirkan, semua bayi memiliki perut yang ukurannya lebih besar
daripada dada. Seiring pertambahan usia, perut bayi akan terlihat mengecil.
Pemakaian gurita malah sebaiknya dihindari, karena membuat bayi susah bernapas.
Mitos: Uang logam yang ditempel di pusar bisa
mencegah bodong.
Fakta:
Salah. Tak hanya mitos, hal ini berbahaya karena uang logam (yang pastinya
kotor) bisa menyebabkan infeksi! Pusar menonjol alias bodong adalah kondisi
yang wajar. Otot dinding perut pada bayi masih lemah, sehingga bisa
mempengaruhi bentuk pusar. Jangan khawatir karena seiring bertambah kuatnya
dinding perut, bentuk pusar juga akan mengalami
perubahan.
Mitos: Agar mancung, tarik-tarik hidung bayi
sejak dini.
Fakta:
Salah. Anatomi hidung seseorang ditentukan oleh bentuk tulang hidung dan ini
bersifat genetis.
Mitos: Bedong membuat bayi tidur nyaman dan
tak ‘masuk angin’.
Mitos: Jangan ajak bayi ke luar rumah sebelum
40 hari.
Fakta:
Benar. Bayi yang usianya masih dalam hitungan hari memiliki daya tahan tubuh
yang amat rendah. Begitu ada kuman atau virus yang masuk kedalam tubuhnya, ia
mudah jatuh sakit.
Mitos: Embun pagi di rumput akan membuat anak
cepat berjalan.
Fakta:
Benar. Paduan antara dinginnya embun pagi dan tekstur rumput memang bisa
merangsang saraf-saraf yang ada di telapak kaki anak.Rangsangan ini nantinya
akan diteruskan ke otak. Saat kakinya diletakkan di atas rumput, anak akan
merasa nyaman (seolah-olah dipijat!) dan hal itu akan memancingnya untuk
melangkah.
Sumber : http://www.caraperawatanbayi.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar